Friday, August 27, 2010

Ketika Menemui Jalan Buntu

Yogyakarta,
27 Agustus 2010

Apakah Anda pernah tersesat hingga mencapai jalan buntu? Apakah Anda pernah merasa tidak punya pilihan lain? Apakah Anda pernah kehabisan ide untuk diwujudkan?

Saya rasa setiap orang akan menjawab "Ya" untuk pertanyaan-pertanyaan diatas. Hal yang manusiawi memang. Akan tetapi, jika kita dihadapkan kepada suatu deadline yang mengharuskan kita untuk mengumpulkan suatu karya, sedangkan kita belum menyelesaikan -atau bahkan belum memulainya- hal tersebut akan menjadi masalah besar.

Ya, itulah yang sedang saya alami sekarang. Saat menikmati masa 'rehat' dari kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang memenuhi jadwal saya selama 2 tahun belakangan, saya ditawari pelbagai lomba yang tidak kalah menariknya. Mulai dari Cerdas Cermat, Karya Ilmiah, hingga Story Telling -saya masih bersyukur tidak ditawari lomba tilawah. Nah, salah dua diantaranya menuntut otak saya untuk memiliki ide dan merealisasikannya dalam bentuk tulisan yang menarik. Memang belakangan saya sedang gemar menulis baik secara konvensional -saya memiliki buku khusus yang berfungsi sebagai 'tempat sampah' pikiran saya yang ditulis dalam bahasa Inggris- maupun berupa tulisan elektronik seperti blog. Sayangnya, agenda tulis-menulis ini masih seputar kegiatan harian dan bukan bersifat ilmiah. Padahal saya dituntut untuk ilmiah di lomba-lomba tersebut. Tragisnya, saat ini saya belum memiliki ide yang cukup baik untuk dijadikan karya tulis.

Lalu bagaimana?

Yap, berikut ini akan saya sampaikan beberapa list yang 'semoga' dapat saya wujudkan dengan baik.
  1. Mendaftar segala kemungkinan topik.
  2. Langsung menuliskan ide-ide kecil yang tiba-tiba dan semena-mena terbesit di pikiran.
  3. Menganalisa kemungkinan-kemungkinan dengan pelbagai pertanyaan seperti "apakah topik ini menarik?", "bagaimana saya menelitinya/menyampaikannya?", "apa yang akan saya fokuskan?", dan tralala lainnya.
  4. Mengkonsultasikannya dengan pihak berwajib (lho?), maksud saya kepada yang kompeten di bidangnya, seperti Mama, Ibu Fatma, Ibu Wiwiek, Yan, Darmadi, dll, dsb, dst.
  5. Mencari data sebanyak-banyaknya agar mendapat gambaran.
  6. Mengeleminasi beberapa kemungkinan yang mungkin tidak akan dikerjakan dan fokus pada suatu tujuan.
  7. Ini yang paling berat "START", satu kata yang terdiri dari lima huruf yang sangat mudah diucapkan, tapi jangan tanya tentang maknanya, saya belum faham benar.
  8. Tidak putus asa untuk "TRY AND ERROR".
  9. Jurus jitu: "DOA" seperti yang sering dinasehatkan oleh orang-orang, dan merupakan kunci dari segala pintu yang ada.
Nah, nampaknya sembilan poin dulu. Mohon doanya agar saya dapat melakukan yang terbaik. Amin. Mohon bantuannya juga, baik berupa ide, saran, dan kritik melalui Facebook, Twitter, Comment dibawah ini, maupun email. Terima kasih.

Selesai ditulis pada pukul 22.50 WLS
Malam Nuzulul Qur'an

Ferralda Talitha Amir

No comments:

Post a Comment

silakan menuliskan komentar Anda di sini...