Sudah 3 tahun pula saya berada di bangku kuliah.
Melihat blog ini seperti mengingat kembali kehidupan masa SMA.
Nostalgia, hehehe.
Seiring dengan berkembangnya zaman, media untuk berekspresi mulai beraneka ragam. Jenis media sosial yang dimulai dari fri*ndster mulai berkembang menjadi fac*book, tw*tter hingga p*th. Tidak hanya sanggup menulis status, namun juga mengunggah gambar, video, menandai orang hingga mencantumkan lokasi. Wadah khusus untuk foto pun ada. Mulai dari Pint*rest hingga Inst*gram.
Saya pun memiliki akun di berbagai media sosial tersebut, termasuk microblog t*mblr. Tentu saja tidak semuanya aktif.
Saya bukan tipe yang suka memberitahukan keberadaan saya setiap saat, karena tempat yang saya kunjungi itu-itu saja
Mungkin, hal tersebut yang membuat saya jadi melupakan blog ini. Lagipula menurut saya, menulis di blog haruslah panjang dan berbobot. Berkaitan dengan ini, saya pribadi menentukan fungsi khusus dari masing-masing akun yang saya miliki. Berikut listnya:
1. Fac*book: untuk mengecek grup dan berita, media efektif untuk KEPO.
2. Tw*tter: sudah jarang digunakan, biasanya hanya untuk mengutarakan komentar singkat atau kejadian lucu. Namun, fungsi tw*tter sudah teralihkan ke L*NE.
3. L*NE: stiker-stiker yang lucu menjadi kekuatan utama L*NE, biasanya saya mengupdate pengalaman lucu atau pikiran nyeleneh saya di timeline L*NE, tentu saja dengan mencantumkan stiker lucu.
4. B*M: sangat jarang dipakai, karena hampir semua teman saya memakai L*NE atau W*.
5. Wh*tsApp (W*): sering dipakai untuk berkomunikasi secara 'agak' resmi.
6. Inst*gram: sejauh ini hanya dua post dan berkaitan dengan foto alam atau acara spesial.
7. P*th: sejauh ini, inilah media yang paling sering saya gunakan untuk update apa yang saya baca, saya sedang dimana, foto-foto lucu, dll, karena teman yang saya miliki terbatas sehingga memberikan kesan private.
8. T*mblr: microblog ini saya gunakan untuk mencurahkan apa yang ada di dalam pikiran saya. Semua ditulis dalam bahasa Inggris dengan gaya puitis. Mengapa puitis? Karena saya ingin melibatkan kesan atau pandangan subyektif dari pembaca sehingga interpretasi dari kalimat-kalimat yang saya tulis bisa berbeda-beda bagi tiap pembaca.
9. Blog ini: karena t*mblr sudah dalam bahasa Inggris, saya ingin membuat blog ini menjadi wadah untuk menulis dalam bahasa Indonesia. Saya merasa, bahasa Indonesia saya pun kurang efektif dan belum sesuai kaidah yang benar, sehingga perlu melatihnya dengan sering membuat tulisan.
Demikian kata sambutan saya yang ternyata menjadi sedemikian panjangnya. Awalnya tulisan ini hanya ingin saya buat sebagai awal kelahiran kembali dari blog ini.
Semoga pembaca yang budiman dapat mengambil manfaat dari blog ini dan mohon bimbingannya :)
Salam,
FTA