Rangakaian acara Olimpiade Kebumian 2009 berakhir sudah. Setelah melewati berbagai macam ujian dan cobaan berbulan-bulan lamanya akhirnya tuntas dengan hasil yang cukup memuaskan. Berada di posisi dimana tinggal selangkah lagi, dan saya akan menjadi tim Indonesia untuk IESO 2010 di Yogyakarta bulan September nanti. Akan tetapi, hal yang sesungguhnya menyedihkan sama sekali tidak saya rasakan. Kenapa? Orang=orang mungkin akan bertanya-tanya, melihat seberapa besar pengorbanan yang saya lakukan.
Sekolah, telah lama saya tinggalkan.
Waktu bersantai, banyak terhapuskan.
Hal penting bagi remaja yakni teman, tidak terurus seperti kebanyakan remaja pada umumnya.
Tetapi apakah saya menyesal?
TIDAK
Apakah saya kecewa?
TIDAK juga
Apakah saya dendam?
Untuk apa?
Apa rencana saya selanjutnya?
Kembali bertarung memperebutkan jatah tim INA untuk IESO 2011 di Itali.
Dari hati saya takut. Takut mengecewakan orang-orang yang telah mendukung saya. Teman, Pemerintah, Sekolah, dan Keluarga. Takut mereka tidak akan menerima saya lagi. Itulah yang saya rasakan sampai saya menemui mereka satu persatu dan menceritakan apa adanya. Yang saya dapatkan adalah kalimat-kalimat penenang hati, penambah semangat, pemberi motivasi, dimana membuat saya kembali bangkit dan menguatkan tekad.
Karena kesempatan masih ada.
Karena menurut saya, saya belum maksimal.
Karena saya ingin lebih.
Karena saya ingin membanggakan bangsa dan negara.
Karena saya ingin orang tua dan keluarga saya bahagia.
Ibu berkata "tahun ini mungkin jika dapat medali internasional kamu akan mudah masuk universitas nak. Tapi jika tahun depan, untuk apa? kamu hanya akan menyusahkan diri saja. Mama juga sudah capek mengurusnya. Lebih baik kamu konsen ke Ujian Nasional dan cukuplah Emas di Medan untuk bekal masuk universitas favorit."
Terima Kasih Ma atas segalanya.
"Saya hanya ingin mencatatkan nama saya dalam sejarah"
Alhamdulillah ibu saya mau memahami
"Jika itu kehendakmu, berusahalah secara maksimal."
Satu lagi yang kupetik dari lika-liku kehidupan ini.
"Ma, akhirnya aku tau arti KELUARGA"
sekalipun bukan dalam makna keluarga kandung.
ditulis oleh Ferralda Talitha Amir setelah tetes hujan berhenti turun dari angkasa
DZA PASTI BISAAAA
ReplyDeleteaku mengerti perasaanmu dza :')
ReplyDeletesemangat yaaaaaaa
iyaa.. makasih semuanya.. doain aku ya :D
ReplyDeletekalau aku dza, jaman masih kelas 2 kayak kamu aku gak berhasil tembus sampe pelatnas 3, jadi kamu hebat banget sebenernya bisa tembus sampe sejauh itu.
ReplyDeleteterus tahun selanjutnya aku bertekad harus tembus inter walau ibuku kayak mama mu dza, nyuruh aku di jakarta dapet emas aja terus berhenti olim, tapi aku gak mau...
but emang bukan rezekinya, di tahun kedua aku pelatnas aku juga ternyata belum beruntung walau tembus sampai pelatnas 2. tapi ternyata yang ditakutin ibuku juga nggak terjadi kok, aku alhamdulillah tetep bisa UAN dengan hasil sangat memuaskan dan masuk UGM di prodi yang katanya pass gradenya tertinggi. itu semua ya kembali ke tekad dan tujuan kita dza, if there is a will there is a way :)
semangat ya, aku tahu kamu pinter dza, aku yakin kamu bisa ke itali \m/
ternyata kamu punya pengalaman yang mirip sama aku mon...
ReplyDeletemaaci mon dukungannyaaa, seneng deh punya temen baik kayak monaaa xD love you!
doain aku ya agar sukses!